SUMBER DAYA KONSUMEN
Konsumen
memiliki tiga sumber daya utama yang mereka gunakan dalam proses
pertukaran dan melalui proses ini pemasar memberikan barang dan jasa.
Terdapat 3 (tiga) sumber daya konsumen di antaranya sebagai berikut :
- Sumber Daya Ekonomi.
- Sumber Daya Temporal.
- Sumber Daya Kognitif.
Ini
berarti bahwa pemasar bersaing untuk mendapatkan uang, waktu, dan
perhatian konsumen. Sumber daya lain, seperti energi, mungkin diperlukan
untuk berbelanja dan konsumsi, tetapi uang, waktu, dan perhatian adalah
yang utama. Bukan hanya jumlah waktu dan sumber daya ekonomi yang
menentukan perilaku konsumen. Persepsi konsumen mengenai sumber daya
yang tersedia, atau apa yang akan tersedia pada masa datang, juga
penting dalam keputusan pembelanjaan dan juga mempengaruhi ketersedian
untuk menggunakan uang atau waktu produk. Jadi, ukuran kepercayaan
konsumen mungkin berguna dalam meramalkan penjualan masa dating
berdasarkan kategori produk.
SUMBER DAYA EKONOMI
Keputusan
konsumen sehubungan dengan produk dan merek sangat dipengaruhi oleh
jumlah sumber daya ekonomi yang mereka punyai atau mungkin mereka punyai
pada masa dating. Untuk menjadi konsumen diperlukan uang. Kartu kredit
juga memadai. Di dalam era yang lebih awal, barter-pertukaran barang
dengan barang-lazim dilakukan. Barter masih penting di dalam masyarakat
yang kurang maju dan hingga batas tertentu di dalam ekonomi bawah tanah
dari masyarakat maju. Ada ‘’ekonomi informal’’ yang besar di mana orang
membarter atau membeli barang dan jasa dengan cara yang kerap lolos dari
pembuatan catatan dan mungkin pajak. “pemakai berat” ekonomi informal
adalah orang yang kaya, berpendidikan tinggi, dan termasuk muda.
Sumber
daya ekonomi-seperti pendapatan atau kekayaan –adalah variable pertama
yang harus dianalisis di dalam perilaku konsumen, dengan studi yang
dirunut kembali hingga tahun 1672. Studi pertama, dengan basis statistik
yang layak diterbitkan oelh Ernest Engel’s Laws of Consumption” (Kaidah
Engel mengenai Konsumsi). Kaidah tersebut mengandung empat proposisi
mengenai hubungan antara pendapatan keluarga dan proporsi yang
dibelanjakan untuk kategori seperti makanan, pakaian, pondokan, dan
“lain-lain” (pendidikan, kesehatan, rekreasi, dan sebagainya).
Sumber
Daya Ekonomi yang lain diluar pendapatan juga mempengaruhi perilaku
konsumen. Yang paling penting adalah kekayaan (nilai bersih) dan kredit.
Kekayaan, yang diukur menurut asset atau nilai bersih, berkorelasi
dengan pendapatan. Variasi primer adalah konsumen tua cenderung memiliki
proporsi kekayaan yang lebih besar dibandingkan konsumen yang lebih
muda. Keluarga kaya menghabiskan uang mereka untuk pelayanan,
perjalanan, minat, dan investasi lebih banyak daripada yang dihabiskan
oleh tetangga mereka untuk perlengkapan rumah, peralatan, alat hiburan,
dan produk serupa tidak terlalu tinggi karena keluarga kaya biasanya
berada dalam tahap yang belakangan dari siklus kehidupan dan tidak
berkepentingan untuk melengkapi rumah baru atas membuat pembelian
tambahan untuk peralatan besar.
Kredit
memperluas sumber pendapatan, setidaknya untuk suatu periode waktu .
sebenarnya karena biaya kredit harus dikurangi dari ketersediaan
sumberdaya total milik konsumen, kredit mengurangi kemampuan membeli
barang dan jasa dalam jangka pangjang. Meskipun begitu, orang Amerika
semakin bersedia menggunakan kredit untuk perluasan sementara dari
sumber daya ekonomi mereka. Kepala rumah tangga yang lebih muda lebih
mungkin mendukung piminjaman daripada rumah tangga yang lebih tua. Orang
Amerika paling bersedia meminjam untuk mobil, tagihan pengobatan, atau
alasan pendidikan. Rumah tangga yang lebih muda dan mereka dengan
pendapatan yang lebih tinggi lebih bersedia meminjam, apapun alasannya.
SUMBER DAYA TEMPORAL/SEMENTARA
Waktu menjadi variabel yang semakin penting dalam memahami
perilaku konsumen karena kemiskinan waktu yang semakin banyak dialami
orang Amerika. Jam yang dihabiskan di tempat kerja setiap minggu
(termasuk waktu pulang pergi, pekerjaan rumah tangga, dan pekerjaan
sekolah) meningkat dari 40,6 jam pada tahun 1973 menjadi 47,3 pada tahun
1984. Pada waktu yang sama, rata-rata jumlah jam yang tersedia untuk
waktu senggang tuun dari 26,2 jam menjadi 18,1 jam perminggu.
Salah
satu variabel yang paling individual dari perilaku manusia berhubungan
dengan bagaimana orang menggunakan anggaran waktu mereka. Kebanyakan
dihabiskan untuk bekerja, tidur, dan kegiatan wajib lain. Namun, suatu
bagian dihabiskan untuk kegiatan yang sangat pribadi yang disebut waktu
senggang (leisure), yang mencerminkan baik keperibadian maupun
preferensi gaya hidup.
Sumber daya konsumen terdiri atas dua kendala anggaran: anggaran
uang dan anggaran waktu. Sekarang kita ingin melihat anggaran waktu yang
harus digunakan oleh konsumen untuk mencerminkan preferensi gaya hidup
pribadi mereka. Walaupun pendapatan yang meningkat memungkinkan konsumen
membeli segalanya lebih banyak, pendapatan tersebut tidak mungkin
mengerjakan segalanya lebih hal, sebagaimana berlawanan dengan membeli
banyak hal, sebagaimana berlawanan dengan membeli banyak hal, memerlukan
sumber daya tambahan: waktu. Sementara anggaran uang tidak mempunyai
keterbatasan perluasan teoritis, waktu memiliki kendala pokok.
Kerena pendapatan yang leluasa digunakan terus meningkat di dalam
masyarakat, pasar untuk barang atau jasa yang berhubungan dengan waktu
menjadi lebih penting. Kelangkaan menciptakan nilai. Untuk konsumen yang
kaya, perhatian utama menjadi pembeli lebih banyak waktu ketimbang
lebih produk. Nilai waktu meningkat ketika anggaran uang meingkat,
sehingga meningkatkan kemungkjinan bahwa pemasar menaikkan nilai produk
(dan harga yang sesuai) lebih besar daripada biaya tambahan karena
mengerjakannya.
Secara historis, anggaran waktu konsumen secara naïf dianggap
memiliki komponen : kerja dan senggang.anggaran waktu konsumen dibagi ke
dalam tiga blok: “waktu yang dibayar”, “waktu wajib”, dan “waktu
leluasa”. Lane dan Lindquist menggunakan system klasifikasi yang sama
termasuk waktu yang menghasilkan pendapatan, waktu terikat (wajib dan
nonwajib), dan waktu yang tidak terikat (yang direncanakan dan tidak
direncanakan). Blok waktu leluasa atas waktu tak terikatlah yang dapat
benar-benar dianggap sebagai waktu senggang. Voss menyimpulkan: “waktu
senggang adalah periode waktu yang diacu sebagai waktu yang dapat
digunakan secara leluasa. Itu adalah waktu ketika individu ttidak
merasakan masalah ekonomi, hukum, moral, atau desekan sosial atau
kewajiban, tidak pula kebutuhan fisiologis pilihan bagaimana
memanfaatkan waktu itu semata-mata merupakan milik individu
bersangkutan.
Komplikasi
tambahan dalam mendefinisikan kesenggangan terjadi ketika individu
dibayar untuk kegiatan yang mungkin mereka pilih sebagai kegiatan
leluasa. Seniman, professor, dan atlet professional mungkin merupakan
contoh individu yang beruntung dibayar untuk kegiatan yang mereka pilih
sebagai kegiatan waktu senggang mereka.
SUMBER DAYA KOGNITIF
Sumber daya kognitif menggambarkan kapasitas mental yang tersedia
untuk menjalankan berbagai kegiatan pengolahan informasi. Kapasitas
adalah sumber daya yang terbatas. Dapat mengelola hanya sejumlah
tertentu informasi pada satu waktu. Ukuran kapasitas kerap digambarkan
istilah keratan (chunk), yang mewakili suatu unit. Alokasi kapasitas
kognitif dikenal sebagai perhatian (attention). Perhatian terdiri dari
dua dimensi: arahan (direction)intensitas. Arahan menggambarkan fokus
perhatian. Karena konsumen tidak dapat mengolah semua stimulus internal
dan eksternal yang tersedia pada saat tertentu, mereka harus selektif
dalam cara mereka mengalokasikan sumber daya yang terbatas ini. Beberapa
stimulus akan mendapat perhatian, yang lain akan diabaikan.
Intensitas, sebaliknya, mengacu pada jumlah kapasitas yang
difokuskan pada arahan tertentu. Konsumen akan sering mengalokasikan
hanya kapasitas yang diperlukan untuk mengidentifikasi stimulus sebelum
mengarahkan kembali perhatian mereka ke tempat lain. Pada kesemapatan
lain, konsumen mungkin menaruh cukup perhatian untuk mengerti inti dasar
dari iklan bersangkutan. Konsumen kadang mungkin member konsentrasi
penuh kepada iklan tersebut dan menyelidiki secara cermat pesanannya,
seperti konsumen di dalam pasar mobil baru yang membaca iklan mobil..
kenyataan bahwa kapasitas merupakan sumber daya yang terbatas membawa
sejumlah implikasi penting sehubungan dengan bagaimana konsumen mengolah
informasi dan membuat pilihan produk.
Pengetahuan
Pengetahuan
konsumen adalah semua informasi yang dimiliki konsumen mengenai berbagai macam
produk, serta pengetahuan lainnya yang terkait dan informasi yang berhubungan
dengan fungsinya sebagai konsumen.
Pengetahuan Konsumen terbagi kedalam tiga macam :
1.
Pengetahuan
Produk
Pengetahuan produk adalah kumpulan berbagai macam informasi mengenai produk. Pengetahuan ini meliputi kategori
produk, merek, terminologi
produk, atribut atau fitur produk, harga produk dan kepercayaan
mengenai produk.
2.
Pengetahuan
Pembelian
Pengetahuan pembelian terdiri atas pengetahuan tentang
toko, lokasi produk di dalam toko dan penempatan produk yang
sebenarnya di dalam toko tersebut. Konsumen cenderung lebih senang
mengunjungi toko yang sudah dikenalnya untuk berbelanja, karena telah
mengetahui dimana letak produk di dalam toko tersebut.
3.
Pengetahuan
Pemakaian
Suatu produk akan memberikan manfaat kepada konsumen
jika produk tersebut telah digunakan atau dikonsumsi. Agar produk
tersebut bisa memberikan manfaat yang maksimal dan kepuasan yang
tinggi, maka konsumen harus bisa menggunakan atau mengkonsumsi
produk tersebut dengan benar.Produsen berkewajiban untuk memberikan
informasi yang cukup agar konsumen mengetahui cara pemakaian suatu
produk. Pengetahuan pemakaian suatu produk adalah penting bagi
konsumen.
SUMBER :
http://splashurl.com/lzzrqly
http://splashurl.com/k824onj